Sebuah penelitian internasional terbaru mengungkapkan fakta menarik mengenai dinamika psikologis antara perempuan dan pria. Berdasarkan hasil kajian tersebut, kaum perempuan terindikasi memiliki kecenderungan alami atau terprogram untuk memberikan jawaban tidak sebagai respons pertama saat berinteraksi dengan pria yang meminta waktu ataupun perhatian mereka.
Menurut para peneliti, penolakan spontan di awal tersebut berfungsi sebagai bentuk respons perlindungan diri alami yang disebut sebagai insting kejeniusan perempuan. Dari pantauan redaksi, insting ini dapat dipicu pada usia berapa pun dalam interaksi sehari-hari, terutama ketika seorang perempuan diminta membagikan detail pribadi, menyetujui permintaan, atau menaruh kepercayaan sebelum niat sang pria terlihat jelas.
Berdasarkan laporan hasil studi, otak perempuan dirancang untuk memberikan jawaban negatif singkat sebagai bagian dari pemeriksaan keamanan cepat. Langkah ini dilakukan untuk menguji motif dan perilaku orang-orang di luar lingkaran dekat keluarga atau sahabat mereka, seperti ketika orang asing meminta nomor telepon atau rekan kerja mengajak minum bersama.
Melalui pengamatan tim redaksi terhadap laporan tersebut, respons penolakan ini sering kali diberikan bahkan sebelum pertanyaan dipertimbangkan sepenuhnya. Mekanisme tersebut memungkinkan perempuan untuk menguji apakah pria yang bersangkutan akan menghormati batasan, menerima penundaan dengan tenang, serta menunjukkan perilaku yang layak untuk interaksi lebih lanjut.
Meskipun memberikan penolakan di awal, tim riset menemukan data bahwa hingga tiga dari empat penolakan pertama tersebut justru diikuti oleh jawaban ya dalam beberapa menit, jam, atau bahkan beberapa hari kemudian. Fenomena psikologis ini dibahas secara mendalam dalam sebuah buku bertajuk NO! The Book - Why Do Women Always Start Like This? (And How to Survive the YES That Comes After).
Menurut data publikasi, investigasi selama lima tahun terhadap psikologi penolakan pertama ini dipimpin oleh penulis asal Swiss, Lorenzo Lorenzoni, bersama koleganya, Marco Caldelari. Penelitian ini juga dibentuk berdasarkan perspektif akademis dari istri Lorenzoni, Elle, yang merupakan lulusan University of California, Berkeley, Loyola University Chicago School of Law, dan University of Fribourg.
Berdasarkan analisisnya, desakan, kekesalan, atau sikap defensif dari pria saat menerima penolakan awal justru akan memperkuat alasan mengapa jawaban tidak itu keluar sejak awal. Sikap negatif dari pria tersebut menjadi indikator insting bagi perempuan bahwa sang pria tidak dapat menghormati batasan atau menghadapi kekecewaan dengan baik.